disinilah ceritaku dimulai, dimana sebuah cinta yang menjadikan duka kepada setiap nyawa. Awalnya aku bingung dengan cinta dunia nyata, karena yang pernah aku alami, cinta itu membawa kita kepada rasa dimana sedihnya dikala terang dan bahagianya dikala gelap. Semuanya begitu aneh ketika dipikirkan lewat logika, namun tuhan punya caranya sendiri untuk menyalurkan aspirasi kepada orang yang dia cintai.
Namaku ilham Mauludin Nurseha, biasa dipanggil ilham, aku dilahirkan dari keluarga yang sederhana dan aku mempunyai sebuah tujuan dimana, kelak sedih nya orang tuaku dimasa dulu akan aku gantikan menjadi senyuman manis dimasa depan. Namun itu hanyalah sebuah hayalan yang aku lantunkan lewat sebuah pikiran, dulu aku pernah berpikir bahwa indahnya dunia yang sebenarnya ada pada keluarga, namun seiring berjalannya waktu pikiran itu mendadak hancur oleh suasa keluarga yang mengiginkan kegelapan dunia.
Keluargaku hancur ketika aku baru memulai langkahku menjadi seorang guru, ibu dan ayahku pergi meninggalkan bahagia dalam suasana keluarga. Aku dibesarkan oleh ibuku sampai aku benar benar meraih impian ku menjadi seorang guru. Tanpa sadar bahwa aku telah dibodohi oleh situasi, sebab peran sosok ayah dalam hidupku telah digantikan oleh suasana gelap dan sosok ibuku sudah digantikan oleh suasana terang.
Hari hari terus berlalu, tanpa pernah aku merasakan hangatnya sebuah keluarga lagi. Dulu aku pernah berpikir bahwa Tuhan itu egois dengan semua hal yang sudah terjadi padaku. Tuhan selalu memberi kegelapan dunia kepadaku dan tuhan selalu membuatku malu dengan semua teman yang ada disekitarku dan tidak lupa Tuhan selalu membuatku iri kepada semua orang, karena mereka bisa menjadikan sebuah keluarga yang hangat seperti surya dipagi hari.
Suatu hari, ditengah malam aku hanya ditemani oleh sinar bulan dan cahaya bintang aku bermimpi bahwa kelak aku akan mendapatkan sebuah pelukan hangat dari seorang ayah yang selama ini aku rindukan dan belum pernah aku rasakan selama ini. Malam itu, aku memandang sebuah bulan dan ribuan bintang, sambil bertanya apakah ayahku adalah salah satu dari ribuan bintang dilangit ataukah ayahku adalah bulan yang menemaniku disaat gelapnya malam.
Tanpa sadar akupun tertidur pulas dibawah sinar bulan dan cahaya bintang. Dan pada saat itu aku bermimpi, bahwa ada sesosok laki laki dan sesosok perempuan ada dihadapanku menggunakan pakaian putih ditemani jas dan bunga disakunya. Dan dalam mimpiku itu juga, ada sesosok laki laki kecil dan sesosok wanita kecil yang menggunakan pakaian kebaya dan sebuah jas. Pada saat itu aku langsung terbangun dari tidurku.
Hari selanjutnya akupun mengulangi hal yang sama, disaat malam tiba aku selalu memandangi sinar bulan dan cahaya bintang. Sambil memikirkan apa makna sebenarnya dari mimpiku itu. Malam demi malam aku selalu merenung sambil memikirkan mimpiku yang aneh itu, tanpa sadar disuatu malam aku bermimpi, ada sesosok laki laki yang memeluku ku dengan erat seakan tidak mau melepas kan pelukan itu dan disisi lain aku bermimpi ada sesosok wanita yang memeluk ku dengan erat juga sambil menangis.
Setelah mimpi itu, hari hari yang kujalani sangatlah aneh, aku merasa bahwa ada seseorang yang selalu memikirkan ku dan aku merasa bahwa ada seseorang yang mengiginkan ku untuk kembali, namun aku berpikir bahwa itu hanyalah sebuah pikiran yang tidak jelas. Dan pada suatu hari aku bermimpi, didalam mimpiku itu, ada seorang anak laki laki menangis, yang anehnya pada saat aku tertidur sampai aku terbangun mimpiku itu tidak pernah hilang dari hayalan.
Suatu hari aku sedang berjalan dipinggiran desa sambil meratapi indahnya alam, tanpa sadar hujan pun tiba dengan derasnya. Saat itu aku melihat seorang anak ditemani ayahnya sambil dipeluknya dengan erat anak itu, tiba tiba aku merasa sedih tanpa bisa aku utarakan, apa penyebab aku menangis, sungguh aneh apa yang aku alami belakangan ini .
19 tahun telah berlalu tanpa adanya sosok ayah yang menemaniku, tahun tahun yang telah aku lewati begitu rumit, tiada lagi orang yang bisa aku jadikan contoh, tiada lagi orang yang bisa aku jadikan pelindung dan tidak ada lagi sosok yang menghiburku dikala aku sedih. Aku sangat merindukan sekali sosok ayah disampingku, namun hal itu mungkin tidak akan pernah terjadi lagi dalam hidupku.
Hingga suatu saat aku berencana untuk mencari ayah ku yang sebelumnya aku dan ibuku tidak tau keberadaan nya dimana. Hingga pada suatu saat aku menemui adik ayah ku, yang menjadi tangisan ku adalah saat adik ayah ku bilang bahwa ayahku sudah tidak ada lagi. Mengdengar hal itu aku merasa sangat bersedih dalam keadaan sedih, entah apa yang harus aku perbuat sekarang, pikiranku hancur, hatiku sedih dan semangat hidup mulai berkurang.
Namun ibuku berkata bahwa “ ayah mu selalu ada disampingmu, walaupun kamu tidak bisa melihatnya lagi “ mendengar kata ibuku, aku berpikir bahwa dunia tidak akan berhenti berputar walaupun orang yang kamu cintai itu tidak ada lagi didunia ini. Pelukan ayahku kini hanyalah menjadi sebuah kenagan yang tidak bisa aku bayangkan lagi.
Aku rindu pelukan ayahku ketika aku kecil, pelukan hangat dengan penuh cinta dan kasih sayang itu hanyalah sebatas hayalan saat ini, aku sangat menyesal karena aku tidak bisa membalas pelukan ayahku untuk terakhir kalinya. Tapi aku optimis bahwa suatu saat aku akan mendapatkan pelukan ayah ku kelak.
Ternyata aku baru sadar akan mimpiku selama ini, ternyata seorang perempuan dan seorang laki laki dengan jas dan bunga di sakunya adalah orang tuaku saat menikah. Sesosok anak perempuan memakai kebaya dan sesosok anak laki laki memakai jas adalah aku dan juga kakak ku. Sesosok laki laki yang memeluk erat anak kecil adalah aku yang dipeluk ayahku dan sesosok wanita yang memeluk erat anak kecil adalah kakak ku dengan ibuku. Dan mimpiku yang terakhir seorang anak laki laki menagis adalah aku yang merindukan pelukan dari sosok ayah.
Teruslah berkarya sobat :)
BalasHapusMakasih
BalasHapus👏👏
BalasHapusKeren bang
BalasHapus