Impianku adalah mimpinya

Suatu hari aku bermimpi, mengenai sebuah perjalanan bersama hari. Didalam mimpiku, terdapat sebuah kisah yang aku terapkan dalam kehidupan keabadian nyata. Pada saat itu aku bermimpi sambil menulis sebuah lukisan wajah indah seorang wanita, pada kalimat pertama, aku tuliskan sebuah keindahan yang ada dalam diri seorang wanita dan diakhir kata, aku tuliskan sebuah kecantikan yang ada didalam hatinya. Pada awalnya aku menuliskan sebuah kisah pertama kali melihat senyum indahnya, dengan kacamata diwajahnya dan jilbab yang meliputi seluruh keindahan yang ada pada dirinya. Pada awalnya aku merasa biasa saja dengan hal itu, namun seiring berjalannya waktu semua itu serasa berbeda, entah apa yang terjadi pada diriku. Dengan sifatku yang pemalu, aku pun enggan tau siapa nama wanita itu.

Ternyata rencana Tuhan itu benar benar ada, akupun dipertemukan ditempat yang sama, dikelas yang sama dan didalam suasana yang sama. Sejak saat itu, akupun menyebut dia dengan nama sahabat. Namun seperti biasa, aku pun enggan tau siapa nama dia sebenarnya. Kisah ini pun berlanjut dengan berselangnya waktu, aku pun akhirnya tau siapa nama wanita itu dan namanya adalah Kirania Freya . Nama yang indah dengan penuh makna yang terkandung disetiap hurufnya.
Berjalannya waktu dan hari, rasa itu semakin menjadi, entah apa yang ada dalam diriku, apakah aku terlalu bodoh untuk berada didekatnya, atau kah aku terlalu pintar untuk tau siapa asal usul dirinya. Rencana tuhan pun jauh lebih indah dari apa yang aku pikirkan, ternyata aku baru tau bahwa dia sangat mengagumi ku. Awalnya aku tidak percaya dengan omongan temannya yang berbicara padaku lewat whatsapp, yang mengatakan bahwa dia mengetahui jika Kirania memiliki rasa kagum padaku, saya pikir itu hanyalah  becandaan semata. Namun aku baru mengerti, ternyata perkataan temannya itu benar dengan sikap kirania yang selalu tersenyum ketika melihatku.

Dan pada saat itu, aku merasa orang yang paling bodoh didunia, karena setelah aku mengetahui bahwa Kirania mengagumi ku dan aku juga mengagumi Kirania. ketika awal melihanya aku pun enggan ingin mengenalnya lebih jauh, aku hanya bisa memberi salam lewat temannya tanpa bisa aku utarakan salam itu langsung padanya. Setiap hari yang kulalui tidak lewat satu hari pun aku menitipkan salam kepada Kirania melalui temannya.

Dengan terjadinya hal itu, hari hari yang kulewati terasa aneh, karena aku sering menemuinya saat mimpi, lalu aku enggan untuk menceritakan mimpiku kepada Kirania ataupun temannya, karena aku takut, mimpiku itu hanyalah bunga tidur yang tanpa makna. Aku pun hanya bisa menyembunyikan mimpiku itu, karena aku ingin, hanya aku dan tuhan saja yang tau mimpiku itu.
Suatu saat aku pun mendengar dari salah satu teman ku bahwa “ketika kamu memimpikan seseorang maka orang yang kamu mimpikan itu sesungguhnya ingin berjumpa dengan mu” seketika aku merasa heran apakah itu benar, atau kah itu hanya sekedar omongan belaka.

Dan pada suatu saat, aku pergi ke sebuah acara, dimana sang pembicara berkata bahwa “apabila kamu memimpikan seseorang itu berarti kamu itu ingin berjumpa dengan orang yang kamu mimpikan itu” hal itu yang membuat ku kembali merasa heran,  jadi, perkataan siapa yang harus saya percayai ? akhirnya aku  memutuskan untuk memendam mimpi itu dan berserah diri kepada Tuhan dengan keinginan, bahwa Tuhan mempunyai skenario kehidupan seseorang jauh lebih indah dari apa yang hambanya pikirkan.

Akhirnya, aku pun memendam mimpi itu dan menjalani sebuah kehidupan seperti biasanya anak anak sekolah, dan seolah olah tidak terjadi apa apa dalam diriku mengenai wanita yang aku kagumi. Hari hari telah dilewati, aku dan Kirania seperti sahabat biasanya, lalu masa wisuda pun akhirnya tiba, dan saat wisuda itu, aku memberanikan diri untuk meminta foto dengan nya untuk pertama kalinya berdua. Aku sangat senang sekali, karena ternyata mimpiku salah satunya tercapai untuk bisa berfoto dengan nya hanya berdua.

Hari hari berlalu, bulan dan matahari pun seling berganti, namun rasa itu sulit untuk dilupakan. Dulu aku bisa melihat dirinya dari dunia nyata, namun sekarang. aku hanya bisa melihatnya lewat sebuah foto dan lantunan doa. Selagi berharap, apakah kejadian dulu bisa di ulangi kembali, namun sayangnya itu hanyalah sebuah pikiran kosong tiada makna.

Suatu sore, setelah sekian tahun berjalan, tanpa sengaja aku melihatnya duduk di sebuah cafe sendirian, sembari menikmati secangkir teh yang dingin. Akupun memberanikan diri untuk menghampirinya. Akhirnya, aku pun bisa berbincang dengan nya untuk pertama kalinya setelah lulus wisuda. Entah kenapa, waktu begitu cepat berlalu, dan tidak disadari bahwa hari sudah mulai gelap dan akupun menawarkan dia, untuk aku antarkan pulang kerumahnya.

Di perjalanan, entah kenapa ketika aku sedang mengendarai sebuah mobil, dia pun tertidur di pundak ku, saat itu aku langsung merasa bahwa keindahan dunia itu ternyata ada disampingku. Setelah sampai rumah aku pun dilarang langsung pulang olehnya dan dia menawarkan aku secangkir kopi sembari ditemani oleh dia dan orang tuanya. Saat itu aku merasa sedikit grogi, tanpa sadar tiba tiba aku memikirkan masa depan dengan nya. Setelah malam itu, aku pun sering menjumpai nya dan berbincang dengan nya.

Suatu hari, akupun memberanikan diri untuk menceritakan mimpiku yang sering aku jumpai saat tidur, dan sungguh, skenario Tuhan itu luar biasa, tanpa aku bayangkan sebelumnya, ternyata dirinya pun sering memimpikan aku saat dia tertidur. Aku pun langsung tersipu malu,.Sehingga, disaat malam itu obrolan mendadak terhenti karena aku dan dia sudah mulai merasa malu dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan mengantarnya lagi pulang kerumahnya.

Suatu hari aku memberanikan diri untuk mengutarakan semua apa yang aku rasakan selama ini kepadanya. Dan akhirnya, dia pun membalas rasa itu, dan kita memutusakan untuk berdua dalam keindahan dunia. Aku  merasa bersukur, ternyata dia mau menerima ku dengan hatinya dan mau membuatku untuk singgah dihati kecilnya.

Seiring berjalannya hari, aku sampaikan kepadanya bahwa “bersamamu adalah impianku sejak pertama kali melihatmu”  dan dia pun mengatakan hal yang sama dengan apa yang aku katakana bahwa “dia sangat mengimpikan untuk bisa bersama ku”. akhirnya tanpa pikir panjang aku pun memberanikan diri untuk melamarnya dan berniat untuk menikahinya, dan dia pun menyetujui akan pernyataan itu, bahkan orang tuaku dan orang tuanya menyetujui akan hubungan itu.

Akhirnya, aku pun melamar dan menikahinya dengan gembira, hari hari aku menjalani hidup bersamanya, di sebuah rumah sederhana, namun memiliki kenyamanan dan keindahan seperti dunia, ditambah lagi aku dan Kirania memiliki dua anak yang menjadikan hari hariku lebih indah seperti apa yang aku mimpikan selama ini. Ternyata impianku dan juga mimpinya itu bisa menjadi sebuah kenyataan yang nyata, berkat skrenario Tuhan yang begitu indah. Dan aku pun sangat bersyukur, karena Tuhan sangat baik pada ku, dengan segala impianku yang Tuhan kabulkan satu persatu.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Impianku adalah mimpinya"

Posting Komentar