Disuatu tempat hiduplah seorang anak laki laki yang lugu, anak laki laki itu berusia 11 tahun dan saat itu dia belum mengetahui makna dibalik sajadah panjang. Setiap hari ketika bepergian ataupun dirumah dia selalu membawa sejadah pemberian kakek nya. Sejadah warna biru muda dengan dihiasi ka'bah yang ada didepannya.
Dia diberikan sajadah tersebut oleh kakeknya sejak usia nya berumur 9 tahun. Dan kakeknya berpesan bahwa "ini adalah sejarah peninggalan turun temurun dari silsilah keluarga, maka jagalah dan bawa sajadah itu kemanapun kamu pergi". Anak laki laki itupun merasa bahwa sajadah ini adalah harta berharga yang dia punya.
Anak itu selalu memakai sajadah itu saat dia sholat maupun berdoa, sembari menangis diatas sajadah. Dia selalu berdoa diatas sejadah itu dalam doanya dia tidak lupa untuk mendoakan keluarganya dan juga temannya tapi dia jarang sekali mendoakan untuk kepentingan dirinya sendiri.
Pada suatu doa, dia tertidur lalu bermimpi ada seorang wanita cantik dengan sayap di punggung nya, lalu wanita itu membangunkan anak laki laki tersebut sembari berkata " terima kasih telah selalu ada untuknya". Si anak laki laki itupun lalu terbangun dan lalu menceritakan mimpi aneh nya itu kepada kakeknya.
Dan sulit dipercaya sang kakek pun pernah memimpikan hal yang sama dengan apa yang anak laki laki itu mimpikan saat sang kakek berusia 11 tahun. Dan pada saat situ sang kakek menceritakan kepada kakenya lagi dan aneh nya sang kakek nya pun pernah memimpikan hal yang sama.
Lalu si anak laki laki itu bertanya pada sang kakek "lalu apakah kakek tau apa maksud dari mimpi itu?" Si kakek pun enggan untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dalam mimpinya itu. Lalu lambat laun si anak itupun melupakan mimpi yang aneh tersebut.
Suatu hari si anak itu kembali bermimpi saat dia tertidur di atas sejadah, dalam mimpinya dia bertemu seorang perempuan cantik di sebuah kampung, dan si perempuan itu menghampiri anak laki laki dan memeluk anak laki laki tersebut.
Saat terbangun dia pun langsung menceritakan mimpi aneh nya lagi kepada si kakek, lalu si kakek tersebut hanya bisa senyum sembari tidak memberikan jawaban atas pertanyaan anak laki laki itu. Tapi si kakek bilang bahwa "suatu hari kamu akan tau apa maksud dari mimpimu itu".
Anak laki laki itupun melupakan mimpi aneh nya itu untuk kedua kalinya, sembari terus berdoa dan meminta petunjuk atas apa sebenarnya kedua mimpi aneh nya itu. Waktu semakin berlalu hingga si anak laki laki itu berumur 17 tahun namun anak itu belum menemukan apa yang sebenarnya terjadi dalam mimpinya.
Suatu waktu si kakek pergi untuk menunaikan ibadah haji, 40 hari berselang si anak laki laki itu menjemput si kakek dan menunggu di sebuah masjid, sambil menunggu kepulangan si kakek dari tanah suci. Tapi tidak lupa dia menunggu di masjid yang besar beralaskan sajadah pemberian kakeknya itu.
Hingga tiba waktu ashar namun aneh nya masjid sebesar itu tidak ada satupun yang datang untuk melakukan ibadah. Ditempat itu hanya ada seorang anak laki laki itu sendirian. Waktupun semakin larut si anak laki laki itu menunggu orang untuk shalat berjamaah namun tidak ada seorangpun yang datang. Akhirnya si anak itu memutuskan untuk shalat ashar sendirian.
Anak laki laki itu shalat diatas sejadah pemberian kakeknya dan si anak itu shalat dengan khusu seperti shalat di dalam hutan yang sepi tanpa adanya suara apapun. Setelah melakukan shalat hal mengejutkan terjadi, dimana didalam masjid terdapat banyak sekali jemaah haji yang baru tiba dan melaksanakan shalat.
Hal yang paling mengejutkan itu adalah ketika si anak laki laki itu mengimami seluruh jemaah haji yang baru sampai dari mekkah. Si anak laki laki itu menangis terharu karena tanpa sadar dia menjadi imam di masjid yang besar itu dan yang menjadi makmum adalah ratusan jemaah haji yang baru tiba di masjid.
Setelah shalat dia pun spontan untuk mencium tangan seluruh jemaah haji yang barusan menjadi makmumnya saat shalat. Dan sang kakek pun memeluk anak laki laki itu dan menangis, entah apa yang ditangisi sang kakek. Lalu si kakek dan anak laki laki itu pulang kerumah dengan keadaan gembira namun selama perjalanan si kakek selalu menangis tanpa sebab.
Waktu isya pun datang, dan dia shalat sembari bersyukur kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan berikan kepada anak laki laki itu. Dengan bersedih tanpa sadar waktu telah malam dan dia tanpa sadar tertidur diatas sejadah yang terbentang panjang.
Setelah beranjak dewasa anak laki laki itu menemukan pujaan hatinya, yaitu seorang perempuan cantik dengan gaun putih yang meliputi seluruh tubuh nya. Dan anak laki laki itupun menikahi wanita itu sembari meminta izin kepada si kakek untuk menjadikan sajadah biru itu untuk dijadikan sebagai mas kawin pernikahannya. Lalu sang kakek kembali menangis bahagia sembari memeluk anak laki laki itu.
Setelah menikah anak laki laki itu hidup bahagia dengan wanita pujaan nya. Dan sang kakek berpesan kepada anak laki laki itu, kelak ketika kamu mempunyai anak laki laki berikan sajadah itu pada anakmu tapi saat anak mu berusia 9 tahun dan bilang pada anakmu jaga baik baik sajadah ini dan bawa kemanapun anak itu pergi.
Suatu hari sebelum 1 minggu sang kakek meninggal dia memberi tahukan kepada si anak laki laki itu mengenai mimpinya. Si kakek berkata "apakah kamu sudah menemukan jawaban dari mimpimu dulu?" Si anak itu berkata "aku belum menemukan jawabannya kek".
Lalu si kakek berkata "kamu sudah menemukan semua jawaban mimpimu, namun kamu belum menyadari bahwa itu adalah jawaban mimpimu". Lalu si anak berkata "apa maksudnya?".
Si kakek berkata bahwa dalam mimpimu ada seorang wanita cantik dengan sayap dipunggung nya itu adalah ketika kamu menjadi imam para jemaah haji dulu. Karena kakek juga pernah mengalami hal yang sama dengan apa yang kamu dapatkan.
Dan si kakek berkata juga bahwa dalam mimpimu ada seorang wanita cantik yang memeluk mu di suatu kampung itu adalah ketika kamu menemukan belahan jiwa mu, sama seperti kakek yang menemukan nenek mu di sebuah desa, dan sama persis dengan kejadian nya seperti mimpi kakek.
Mendengar hal itu si anak laki laki menangis sambil memeluk si kakek dan mengucapkan terima kasih kepada si kakek, dan anak laki laki itu berterima kasih kepada Tuhan bahwa, Tuhan telah menciptakan kebahagiaan di atas sajadah tanpa aku sadari sebelumnya. Anak laki laki itu selalu berterima kasih kepada Tuhan tanpa terlewat satu haripun di setiap doanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belum ada tanggapan untuk "Kebahagiaan diatas Sajadah"
Posting Komentar