Surya senja selalu mengajarkan ku untuk berubah menjadi apa yang kita inginkan dan bukan seperti apa dunia inginkan, sawah menjadi tempat yang lebih indah untuk menghabiskan waktu siang dan tempat yang lebih indah untuk menyambut kedatangan sang bulan.
Suatu saat di pinggir sawah, ada seorang anak yang terdiam sembari merenung tentang pahitnya keadaan. Pada saat itu aku menghampiri anak tersebut sembari meringankan pahit hidup yang dirasakan anak tersebut, tanpa sadar waktu cepat berlalu berganti malam.
Keesokan harinya anak itu kembali ada di pinggir sawah sembari menunggu hilang nya senja di pinggir sawah, aku pun kembali menghampiri anak tersebut dan berbincang dengannya. Keluh kesah yang anak itu alami dan keluh kesah yang aku rasakan seling berganti pikiran, sembari mengisi waktu kosong untuk menyambut malam.
Pada suatu sore anak itu berkata kepadaku, dia mengatakan "apakah kamu menyukai senja?". Aku sangat menyukai senja jawab ku. Anak itu bertanya lagi "seberapa senang kamu dengan senja ?". Aku menjawab "aku tidak begitu menyukai senja, namun aku selalu belajar dari senja".
Lalu anak itu bertanya "pelajaran apa yang kamu ambil dari sang senja?". Senja mengajarkan ku bahwa semua yang indah itu ada waktunya, seperti mentari pagi yang memberikan kebahagiaan sesaat, seperti senja yang memberikan keindahan sesaat dan seperti sang malam yang memberikan kenyamanan sesaat, jawab ku.
Anak itu kembali bertanya "lalu apa yang menjadikan semua itu sebagai pelajaran bagi mu?". Aku menjawab "semua keindahan, kebahagiaan dan semua kenyamanan tidak akan pernah bisa diungkapkan, karena semua orang mempunyai persepsi berbeda mengenai hal itu". Perlahan sang senja mulai menghilang dan aku pun meninggalkan anak tersebut.
Waktu selalu berganti, berbulan bulan aku tidak lagi melihat anak itu dipinggir sawah untuk menikmati senja. Aku pun bertanya tanya, kenapa anak itu tidak ke tempat ini lagi?. Apakah anak itu kecewa akan jawaban ku dulu?. Dan apakah yang sebenarnya terjadi kepada anak itu?. Semua hal semakin membingungkan untuk dipikirkan.
Suatu hari, temanku mengajak aku untuk mendaki sebuah gunung, pada saat senja diatas gunung itu, aku melihat anak yang sudah lama tidak bertemu aku di pinggir sawah, dan aku menghampiri anak itu sambil bertanya "kenapa kamu tidak pernah terlihat di pinggir sawah untuk menikmatu senja?" Sangat mengejutkan jawaban anak itu, dia berkata "aku belajar darimu, mulai saat ini aku tidak menyukai senja lagi, karena dia hanya memberikan keindahan sesaat, dan aku tidak suka akan hal itu".
Mendengar jawaban anak itu aku pun meminta maaf kepadanya sambil berkata "itulah yang membuat aku enggan memberi tau orang lain tentang alasan senja dariku, karena aku tau orang lain akan menyimpulkan hal yang sama seperti apa yang kamu katakan barusan " dan aku berkata lagi "semua orang punya asumsi dalam hidupnya, jangan pernah kamu menjadikan asumsi orang lain sebagai alasanmu untuk mengambil keputusan, carilah asumsimu sendiri dan kedepannya kamu bebas untuk sebuah mengambil keputusan".
Waktu cepat berlalu, puluhan tahun sudah berlalu dan aku tidak pernah bertemu dengan anak itu lagi di pinggir sawah atau pun dimana pun. Aku berpikir bahwa anak itu sudah menemukan jawaban yang tepat untuk anak itu ambil dari semua perkataan aku dulu.
Suatu hari aku menjumpai seorang laki laki dan seorang wanita di pinggir sawah, dan tiba tiba laki laki itu memanggil aku. Setelah aku mendatanginya, laki laki itu berkata "apakah kamu masih kenal dengan ku?". Melihatmu saja belum pernah apalagi mengenalmu jawab ku. Lalu laki laki itu berkata "akulah anak yang dulu sering berbincang dengan mu di tempat ini untuk menikmati keindahan senja.
Akupun tiba tiba terkejut mendengar hal itu, lalu anak itu berterima kasih kepadaku dan berkata "terima kasih atas perkataan mu saat berada dipegunungan, setelah mendengar ucapanmu aku baru sadar bahwa, semuanya akan indah ketika kita menjadikan asumsi kita sendiri sebagai pikiran kita".
Aku pun berkata "lalu pelajaran apa yang kamu ambil dari ucapanku selama ini?" Laki laki itu menjawab "pelajaran yang aku ambil, semuanya terasa akan baik baik saja". Setelah perkataan mu aku menemukan jodohku di tempat ini, pada saat menikmati senja bersama seorang perempuan dan dia adalah jodohku jawab laki laki itu.
Laki laki itu sangat bersukur karena kebahagiaan nya telah dipenuhi sepenuhnya oleh Tuhan melalui kamu yang selalu menjadikan aku berpikir keras disaat senja datang dan tenggelam. Aku pun berkata "itulah makna dari sebuah solusi, terkadang kita lupa bahwa senja memberi banyak pengajaran tentang sebuah ilusi senja, walau sesaat namun kenangan nya sangat abadi.
Aku menyimpulkan mengenai kisah anak laki laki itu bahwa senja bukan hanya sekedar keindahan saja, namun senja adalah waktu yang tepat untuk kita berdiskusi dengan alam, karena senja memberi pelajaran bahwa semuanya selalu indah entah itu pagi, sore maupun malam, ketika kita bisa merasakannya dengan hati, semuanya akan memberi potensi untuk dijadikan sebuah puisi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Belum ada tanggapan untuk "Diskusi Senja"
Posting Komentar