Pada saat si anak laki laki baru masuk SMA, keluarga tersebut mempersiapkan bekal untuk anak laki lakinya agar bisa meneruskan kuliah diluar negri, segala upaya telah mereka siapkan dari keuangan, keperluan, dan semua nama kampus terkenal dan juga syarat masuk ke kampus tersebut, supaya anak laki laki itu bisa mempelajarinya dari sekarang.
Hingga setelah lulus SMA, anak laki laki itu mencari kampus diluar negri untuk dia kuliah nanti. Akhirnya ada salah satu universitas di Inggris yang menerimanya untuk masuk kuliah. Anak tersebut merasa senang, hingga dia berlari pulang kerumah untuk memberi tahu berita baik itu kepada keluarganya. Setelah mendengar berita dari si anak, semua keluarga merasa bersyukur akhirnya impian semua keluarga bisa terealisasi.
Hingga suatu hari ketika anak itu mau berangkat ke Inggris untuk mencari ilmu, tiba tiba ibu yang dia cintai mendadak masuk rumah sakit. Seketika dia merasa bingung untuk mengambil sebuah keputusan, antara menemani ibunya yang sedang sakit, atau dia pergi untuk mewujudkan impian keluarga. Akhirnya dia meminta pendapat kepada semua keluarga, apakah aku harus pergi mewujudkan impian keluarga atau aku harus tetap disini menemani ibu yang sedang sakit, dan semua keluarga sepakat untuk anak itu harus pergi untuk mewujudkan impian.
Akhirnya dengan berat hati anak laki laki itupun pergi untuk mewujudkan impian keluarga, dengan air mata yang tergambar diwajah semuanya dan senyum yang menghiasi sedih bahagia itu, akhirnya anak laki laki itu pamit kepada keluarga. Setelah tiba di Inggris 1 hari perjalanan udara, anak laki laki itu di hubungi oleh keluarga yang memberi tahu bahwa ibunya sudah membaik, dan anak itu merasa bersukur dan lebih semangat dalam mengejar impian.
Setelah 1 hari dia tiba di Inggris terdengar berita duka dari keluarga, mereka memberi kabar bahwa ibu sudah tiada. Mendengar hal itu seketika anak itu pingsan di depan kosan yang dia tempati, setelah anak itu terbangun, anak itu menghubungi keluarga nya untuk pulang, namun keluarganya melarang anak laki laki itu pulang, karena keluarga tetap ingin impian semuanya bisa terwujud melalui anak laki laki itu.
Tiga hari setelah kepergian ibundanya, anak laki laki itu mendapatkan musibah kembali. Semua uang yang telah dia tabung bersama keluarga selama tiga tahun, semuanya diambil oleh maling, ketika anak itu sedang melaksanakan kuliah. Hingga anak laki laki itu bingung bagaimana caranya dia bisa hidup di negri orang, karena uang untuk keperluannya satu tahun hilang diambil maling.
Akhirnya anak itu memutusakan untuk kuliah sambil bekerja, dari pagi sampai sore dia kuliah dan dari sore sampai malam dia bekerja, untuk keperluan sehari hari. Rasa lelah, rasa sedih dan rasa bahagia seling berganti setiap saat. Hingga suatu hari dia ingin menyerah untuk mewujudkan impian keluarganya, karena dia sudah tidak kuat lagi menjalani hidup seperti itu. Sampai salah satu temannya memberi dia semangat dan motivasi hingga akhirnya anak laki laki itu tidak menyerah.
Satu minggu berselang, kabar duka kembali datang kepada anak laki laki itu, anak itu dihubungi oleh keluarga mengenai kepergian sang nenek dari dunia. Hingga anak itu kembali merasa sedih akan berita itu. Hari berikutnya anak laki laki itu diberi kabar duka kembali oleh sang ayah, anak itu diberi kabar bahwa kakek nya sudah meninggal, seketika anak itu merasa lemas mendengar cobaan yang selalu datang kepadanya.
Pada malam harinya, dia menghubungi sang ayah sembari menangis dan bertanya “menurut ayah, apakah aku harus menyerah dengan impian keluarga?”. Kamu jangan pernah menyerah dengan semua impian itu, percayalah mungkin ibu, nenek dan juga kakek tiada, namun mereka selalu menunggu impian mereka dibawa oleh mu, jawab si ayah. Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang ayah, Tanya anak laki laki. Ayahnya menjawab “lakukanlah apa yang kamu suka, dan jangan pernah sedikit pun kamu memiliki rasa menyerah atas semua yang kamu inginkan. Berdoalah dan selalu percaya bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan akan memberikan impian kepadamu saat kamu duka”.
Hingga saat itu adalah malam yang panjang untuk kelurga, tanpa sadar waktu sudah menunjukan jam 3 pagi. Akhirnya anak laki laki itu mengambil air wudhu dan mengambil sejadah untuk dia gelar, dalam solatnya dia mengeluarkan air matayang menghiasi seluruh muka.sembari berdoa kepada Tuhan, dia panjatkan kedua tangan, seketika air mata itu kembali mengalir diseluruh wajah, sampai anak laki laki itu tertidur diatas sejadah.
Setelah tiga tahun dia pulang ke tanah air dengan membawa kabar gembira kepada ayahnya, bahwa anak laki laki itu sudah diwisuda tanpa memberitahukan kepada ayahnya. Ayah nya merasa sangat senang, karena anak nya berhasil mewujudkan impian keluarga, hingga saat itu si anak meminta ayahnya untuk mengantarkan nya ke kuburan keluarga. Setelah tiba anak itu merasa terpukau, tiga tahun anak itu tidak melihat ibu,nenek dan kakeknya. Kuburan yang begitu bersih, harum, rapih dan juga indah dilihat.
Seketika anak itu merasa bahwa ibu, nenek dan kakeknya ada disekitarnya sambil tertawa gembira. Setelah melihat kuburan keluarga si anak itu merasa bahagia dan sedih bercampur dalam pikirannya.dia tidak bisa melihat ibu, nenek dan kakeknya untuk terakhir kalinya, namun disisi lain dia dapat mewujudkan impian keluarganya. Setelah itu anak laki laki memutuskan untuk tinggal bersama ayahnya, supaya dia bisa bekerja lebih dekat dengan ayahnya dan supaya dia bisa menjaga ayahnya, karena hanya ayah saja yang anak laki laki itu punya sekarang.
Kerenn👏
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus