Lensa kamera

Disuatu sekolah, hadirlah seorang wanita yang senang mengambil gambar, wanita itu hobby sekali melukis dan mengambil poto. Ketika sekolah wanita itu selalu membawa kamera nya kemanapun dia pergi, dan dia selalu mengabadikan momen momen kebahagaiaan semua orang.

Pada suatu hari datang lah murid baru di sekolahnya, laki laki dengan gaya yang mewah namun polos sikapnya. Semua orang di sekolah memandangi kedagangannya dan menyambut hangat masuknya laki laki itu, hingga dengan cara sembunyi sembunyi wanita itu mengambil gambar laki laki itu.

Setelah mengambil gambar laki laki itu, dia langsung pergi ke taman sekolah dan melukis wajah laki laki itu. Entah kenapa, dia merasakan ada yang berbeda padanya selama ini, wanita itu merasakan kesejukan dan kedamaian ketika dia sedang melukis wajah laki laki tadi.

Suatu hari, ketika wanita itu pergi ke kantin sekolah, dia melihat laki laki itu duduk sendirian di kantin. Diapun mengambil gambar laki laki itu secara sembunyi sembunyi. Tapi laki laki itu menyadari bahwa wanita itu sedang mengambil potonya, hingga laki laki itu menghampiri wanita tadi.

Setelah menghampiri si wanita, laki laki itu berkenalan dengan wanita itu. Laki laki itu menanyakan sesuatu kepada wanita, dia berkata "apakah kamu suka mengambil gambar orang lain?", itu adalah hobby ku, jawab wanita tadi sambil tersenyum.

Setelah berkenalan wanita itu buru buru pergi untuk meninggalkan laki laki tadi, dan tanpa sadar lukisan wajah laki laki itu terjatuh dari saku celananya, dan laki laki itu mengambil lukisan dirinya dan berpikir untuk tidak mengembalikan lukisan itu, karena laki laki itu akan menyimpannya sebagai kenangan nya kelak.

Menyadari bahwa lukisan nya itu terjatuh, dia pun mencoba mencari lukisan itu ke setiap sudut sekolah dan berharap tidak ada yang menemukan lukisan itu selain dirinya. Hingga disuatu sudut sekolah laki laki itu menghampiri wanita yang tadi bertemu dengan nya dikantin, dan menanyakan sedang apa dirinya.

Laki laki itu bertanya "apa yang sedang kamu cari", wanita itu terdiam sambil merasakan malu hingga wanita itu menjawab "tidak, aku tidak sedang mencari apa apa". Laki laki itu tersenyum, karena dia tau apa yang wanita itu cari sebenarnya. Hingga saat itu wanita tadi meninggalkan laki laiki itu.

Hari hari berlalu, rasa kagum dia terhadap laki laki itu semakin besar. Dia selalu memandangi gambar laki laki itu yang sengaja dia ambil secara diam diam, dan dia selalu melukis wajah laki laki itu setiap malam datang. Hingga disuatu malam dia berpikir bahwa, apakah laki laki itu juga mempunyai rasa kagum kepadaku?. Namun itu hanyalah pikiran kosong dia saja untuk menikmati malam.

Beberapa tahun kemudian, tibalah perpisahan sekolah. Disaat wanita itu sedang sendirian duduk di kursih tiba tiba laki laki itu datang menghampiri si wanita. Laki laki itu berkata kepada wanita "setelah lulus sekolah apa yang akan kamu lakukan". Mungkin aku akan melanjutkan sekolah sembari meningkatkan hobby ku, jawabnya. Lalu dia bertanya "lalu apa yang akan kamu lakukan setelah lulus", jawab laki laki itu "aku akan pergi keluar negeri untuk melanjutkan sekolah ku dan aku akan tinggal disana".

Berarti ini adalah pertemuan kita yang terakhir, tanya wanita itu. Laki laki itu menjawab "mungkin jika dipikirkan secara logika ini adalah yang terakhir, namun jika dipikirkan secara kenangan ini adalah awal pertemuan kita", apa maksudnya , tanya wanita itu. Laki laki itu tersenyum sambil menunjukan lukisan yang dulu dicari oleh wanita itu.

Wanita itu mendadak terkejut sambil tersenyum, lalu laki laki itu berkata "maksudnya adalah ini, terima kasih, ini adalah kenangan bagiku yang kamu berikan secara tidak sengaja, dan aku janji akan menjaga lukisan ini". Lalu laki laki itu memberikan bunga kepada wanita itu untuk menjadikan kenang kenangan darinya.

Setelah hari itu, si wanita menjalani hari harinya tanpa adanya lagi penyemangat untuk menyalurkan hobby nya atau untuk belajar. Namun sebelum pergi, laki laki itu berpesan kepadanya bahwa dia harus tetap semangat, jangan menyerah karena satu alasan yang konyol dan teruslah membuat kenangan, walaupun orang lain menganggap itu aneh tapi kamu harus yakin, itu adalah sebuah karya yang tidak dapat terhitung oleh uang.

Hari hari berlalu, dia hanya bisa memandangi masa lalu nya lewat kamera yang telah menemaninya selama ini. Dia sangat berterima kasih kepada tuhan yang memberinya kamera untuk menemaninya dan dia sangat berterima kasih karena dia selalu bisa kembali ke masa lalu lewat kamera yang dia pegang.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Lensa kamera"

Posting Komentar