penulis

    Disebuah desa terpencil yang ada diujung kota, tinggallah seorang anak laki laki yang bernama Ilham, dia memiliki satu impian. Dimana, kelak suatu hari nanti dia bisa menjadi seorang penulis yang dikenal oleh banyak orang, digemari banyak orang dan disukai banyak orang dengan hasil karyanya. Kegemaran Ilham dalam menulis, membuatnya yakin bahwa setiap masalah yang dia hadapi tidak sepenuhnya bisa dia suarakan kepada orang banyak, namun dengan tulisanlah suara hati yang dia rasakan bisa dimengerti oleh banyak orang. 

    Malam adalah waktu yang sangat ditunggu oleh Ilham, karena baginya malam adalah tempat yang sesuai untuk dia mencurahkan semua masalahnya kedalam sebuah tulisan dan Ilham sangat menyukai malam, karena baginya malam adalah sahabat yang sesungguhnya, yang mengerti keadaannya lebih dari siapapun. Ilham selalu belajar, bagaimana cara membuat tulisan itu agar lebih indah, kata-kata yang ditulisnya seakan bisa membuat semua orang tau akan masalahnya. 
   
    Dalam menulis sebuah tulisan, Ilham teringat akan pesan yang gurunya sampaikan bahwa “setiap penulis pasti mempunyai satu nama untuk dijadikan sebuah inspirasi dari tulisannya”,dan Ilham membenarkan pernyataan tersebut. Baginya malam yang dia sukai tidak sepenuhnya memberikannya inspirasi, namun orang lainlah yang membuat inspirasi itu benar-benar nyata. 

    Hilma, adalah wanita yang Ilham kagumi dari dulu, Hilma adalah wanita yang cantik, baik dan juga ramah kepada semua orang, dan itulah yang membuat Ilham selalu menjadikannya inspirasi untuk menulis sebuah karangan. Namun sangat disayangkan, kekaguman Ilham kepada Hilma hanya dalam waktu yang singkat. Setelah mengetahui dari sahabat Ilham bahwa Hilma sudah tiada lagi didunia, Ilham merasa sedih karena wanita yang Ilham kagumi sekaligus inspirasnya telah hilang untuk selamanya. 

    Bertahun-tahun, Ilham tidak lagi menulis sebuah karangan. Rasa percaya dirinya terhadap sebuah tulisan, perlahan hilang ditelan waktu. Impian yang ilham bangun dulu, perlahan terlupakan karena rasa sedih. Bagi Ilham, tidak ada lagi inspirasi, tidak ada lagi sebuah tulisan dan tidak ada lagi kesukaan terhadap malam, semuanya telah hilang, telah pergi dan telah meninggalkannya untuk selamanya, pikir Ilham. 

    Namun, disaat Impian itu perlahan Ilham kubur, tiba-tiba ada seorang wanita yang menanyakan hal itu. Dia berkata “apa yang sedang kamu lakukan sekarang?, apa yang membuatmu kehilangan masa depan?, dan apa yang membuatmu berpikir, bahwa tidak ada lagi sebuah harapan?”. Mendengar pertanyaan tersebut Ilham menjawabnya dengan hati yang ragu-ragu, dan Ilham menjawab “aku tidak sedang melakukan apa apa. Aku tidak sepenuhnya kehilangan masa depan, namun aku sepenuhnya kehilangan masa lalu. Dan aku tidak berpikir, bahwa harapan itu tidak ada untuk ku, namun harapan yang diimpikan perlahan berbeda dengan sebuah kenyataan”. 

    Wanita itu kembali berkata “aku tidak mengerti apa yang kamu katakan”. Aku juga tidak memaksamu untuk memahami semuanya, jawab Ilham. Lalu Ilham bertanya kepada wanita itu “jika misalkan, kamu menyukai bulan dan bulan itu menghilang dari dunia apa yang akan kamu lakukan?”. Wanita itu tersenyum, sambil berkata “jika aku menyukai bulan dan bulan itu tiba-tiba menghilang, maka aku tidak pernah membenci bulan atau bahkan menyalahkan dunia. Karena dunia ini masih memiliki bintang dan matahari yang bisa aku sukai sebagai pengganti bulan”. 

    Lalu wanita itu berkata “aku tau dirimu, kau adalah seseorang yang mempunyai impian sebagai penulis, dan harus kamu tau, bahwa guru mu yang berbicara “setiap penulis pasti mempunyai satu nama untuk dijadikan sebuah inspirasi dari tulisannya” itu adalah guru ku juga dan dia menyuruhku untuk menjadikan mu sebagai inspirasiku dalam menulis. Dan kamu tau siapa yang menyuruhku untuk menemuimu, dia adalah guru mu, dan dia berpesan padaku untuk menumbuhkan lagi semua impian yang telah kamu bangun. Genggamlah tanganku dan percayalah masa lalu tidak sepenuhnya hilang dan kamu harus lihat masa depan berada dihadapan mu”. 

    Setelah mendengar pernyataan wanita itu, harapan dan impian Ilham yang dulu perlahan hilang, kini mulai kembali. Seiring berjalannya waktu, akhirnya ilham menjadi penulis yang dikenal, digemari dan disukai banyak orang. Bersama wanita itu, Ilham percaya, bahwa harapan dan impian itu benar benar ada.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "penulis"

Posting Komentar