Sertifikat Tanpa Logo

Suatu hari aku pernah berkata kepada bulan dimalam hari, aku berkata apakah bulan
selalu mendapat apa yang dia inginkan. Pada saat siang hari aku pernah bertanya kepada
matahari, apakah dia merasa kesepian. Pada malam harinya, aku pernah perkata pada
bintang, apakah dia pernah merasa kesepian. Dan sore harinya, aku pernah berkata pada
senja, apakah dia pernah menjadikan keindahan yang setia.

Dunia selalu membawa teka teki besar kepada kehidupan seseorang, karena dunia
ingin semua orang yang ada didunia selalu bertanya dan selalu mencari jawaban, dari apa
yang dunia berikan. Hingga suatu hari aku pernah bertanya kepada dunia, apakah dia
menggambarkan keceriaan seperti siang hari, dan apakah dia menggambarkan kesediah
seperti malam hari. Karena aku berfikir bahwa, rasa ceria itu bagaikan terang dan rasa sedih
itu bagaikan gelap.

Hingga suatu hari, aku mencoba membuktikan kepada diriku sendiri mengenai
pernyataanku tadi. Pada saat siang hari aku berusaha untuk tampil ceria dihadapan orang lain,
dan pada malam hari aku berusaha menyendiri untuk mencurahkan isi hati. Ternyata,
pembuktianku selama ini salah. Entah kenapa pada hari itu siang dan malam terasa lebih ceria
daripada hari hari sebelumnya.

Keesokan harinya, aku mencoba mencari jawaban lain untuk diriku sendiri mengenai
pernyataanku dulu. Pada siang hari aku berusaha menyendiri untuk mencurahkan isi hati, dan
pada malam hari aku berusaha untuk tampil ceria dihadapan orang lain. Namun, jawaban itu
juga ternyata salah, hari itu aku merasa, baik itu siang ataupun malam aku merasa sedih, tidak
tau apa yang terjadi dengan diriku hari itu.

Ternyata benar pertanyaan ku dulu yang pernah aku sampaikan kepada bulan,
matahari, senja, bintang dan juga dunia, semuanya memberi teka teki besar dalam kehidupan
manusia, dan saat itu aku tidak pernah putus asa untuk mencari jawaban yang sesuai dengan
akal dan logika ku.

Hingga suatu hari, saat aku sedang duduk sendirian di kursih panjang yang berada di
taman kota, aku melihat ada seorang wanita duduk sendirian dengan kepala tertunduk dan
wajah yang mendadak memerah. Disisi lainnya, aku melihat ada seorang wanita dan laki laki
sedang duduk dengan wajah bahagia dan saling bercengkrama. Disisi lain juga aku melihat
ada seorang laki laki sedang duduk didampingi oleh buku sambil tertawa.

Seketika aku berfikir, apakah ini semua adalah gambaran dunia, dan apakah ini adalah
jawaban dari pertanyaan ku selama ini. Malam yang sejuk mengantarkan ku untuk melamun
sambil merenung tentang jawaban semuanya. Setelah itu, aku pulang untuk beristirahat
sambil berharap esok pemikiran ini akan baik baik saja.

Hingga disuatu pagi aku duduk didepan teras rumah dan melihat ke atas langit yang
saat itu cuaca pagi hari sedikit mendung dan juga hujan. Aku mengambil laptop ku dan
mencoba mencari tau seluruh kejadian aneh yang pernah terjadi di dunia ini sambil ditemani
secangkir kopi panas. Aku mencari kejadian aneh yang pernah terjadi kepada dunia, dan
mendadak aku berfikir bahwa, semua kejadian yang selama ini terjadi tidak pernah masuk
kedalam akal seseorang.

Hingga seketika aku berfikir bahwa, semua pertanyaanku dulu yang belum terjawab
itu semua adalah takdir, karena Tuhan telah menciptakan seluruh dunia dan isinya dengan
maksud dan tujuan tertentu. Seketika aku bertanya dalam hati kecilku, apakah semuanya
pertanyaanku semua jawabannya adalah takdir Tuhan. Perlahan hujan reda, saat itu aku
melihat sebuah pelangi yang indah membentang dilangit, dan saat itu aku berusaha
menyimpulkan sebuah jawaban.

Bahwa tidak peduli dengan bulan yang selalu mendapat apa yang dia inginkan, tidak
peduli matahari yang kesepian, tidak peduli bintang yang tidak pernah merasa kesepian, tidak
peduli senja yang indah sesaat dan tidak peduli dunia yang membawa jutaan teka teki kehidupan. Intinya itu adalah sebuah takdir Tuhan, kita hanya tinggal menjalaninya saja
dengan apa yang kita inginkan.

Dan dari pelangi setelah hujan aku menyimpulakan sebuah jawaban, bahwa dunia itu
adalah gambaran suasana hati, dimana hujan menggambarkan perasaan seseorang yang
sedang sedih, dan pelangi mengambarkan perasaan seseorang yang sedang bahagia. Namun
aku juga menyimpulkan bahwa, tidak semua yang terlihat sedih itu buruk dan tidak semua
yang terlihat bahagia itu baik, semuanya hanyalah permainan suasana hati saja.

Hingga saat itu aku berfikir bahwa, semua yang hidup didunia ini pasti bergantian,
terkadang kita merasa sedih dan terkadang kita merasa bahagia, tapi percayalah rasa bahagia
tidak akan pernah datang sebelum kita merasa sedih dan rasa sedih akan mengantarkan kita
kepada kebahagiaan, seperti hujan yang menjanjikan pelangi setelah dia reda dan seperti
pelangi yang tidak akan datang sebelum hujan ada.

Akhirnya semua jawaban selama ini yang aku tanyakan kepada bulan, matahari,
bintang, senja dan juga dunia. Semuanya hanyalah permaianan suasana hati, yang tidak bisa
diduga dan tidak bisa dibuat buat. Semuanya takdir karena Tuhan, yang telah menjanjikan
kepada semua yang ada dilangit dan dibumi, kapan mereka bahagia dan kapan mereka
bersedih.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sertifikat Tanpa Logo"

Posting Komentar