Sinar Bulan



Sebuah lukisan, yang menggambarkan arti dari kehidupan bukan berarti itu adalah harapan ataupun kenyataan. Terkadang manusia lupa mengenai makna kehidupan, namun arti dari sebuah kegagalan bukanlah akhir kehidupan dan arti dari sebuah penyesalan bukanlah sebuah ancaman untuk seseorang tidak berubah dan bahkan menghentikan sebuah alur yang diberikan oleh Tuhan.

Pada suatu hari, ada seorang anak datang kepada gurunya untuk bertanya mengenai arti kematian dan kehidupan. Anak itu bertanya bahwa apakah arti kehidupan itu sama dengan arti kematian, sang guru menjawab "semua yang ada dibumi ini semuanya telah diatur oleh sang maha pencipta alam, lakukan saja apa yang menurut mu berharga dan jauhkan lah apa yang membuatmu putus asa, bukan berarti kamu harus menghindar dari itu semua, melainkan kamu harus jadikan itu sebuah pelajaran berharga yang nantinya akan kamu temukan makna sebenarnya".

Di suatu malam saat anak itu sedang sendirian, datang lah seorang kakek kakek tua dengan tongkat yang dia bawa, kakek itu bertanya pada anak tersebut "apakah ada masalah yang sedang kau alami", anak itu menjawab "semua kehidupan yang aku jalani selama ini adalah masalah terbesar yang aku rasakan, aku merasa bahwa dunia ini terlalu sepi untuk aku ikuti, dan bukan kah manusia selalu mendapatkan masalah". Masalah adalah sebuah kondisi, dimana kamu membebani hidupmu untuk kau masukan dalam hati, jangan pernah kamu jadikan masalah mu sebagai langkah awal keputus asaan mu, jalani saja hal itu, maka suatu hari nanti kau akan berada dikeramaian dirimu sendiri, jawab kakek tersebut.

Anak itu selalu merasakan kesepian, bukan berarti dia tidak mau menyelesaikan masalah kesepian itu, melainkan dia hanya takut, suatu saat semua yang dia miliki saat ini perlahan pergi untuk menjauhi nya. Karena dia beranggapan bahwa sekarang dia sudah perlahan ditinggalkan bahkan dilupakan oleh orang banyak.

Hingga disuatu malam anak itu pergi ke serumah gurunya untuk menanyakan sesuatu pada gurunya. Sesampainya anak itu di rumah gurunya, dia bertanya "apa yang harus saya lakukan guru, supaya rasa kesepian dan masalah yang saya hadapi bisa selesai". Jawab gurunya adalah "rasa kesepian dan masalah tidak akan pernah selesai kecuali kamu tiada dibumi ini, jangan pernah kamu menanyakan kapan selesainya masalah ini, tapi yang harus kamu tanyakan bagaimana masalah ini bisa diringankan". Kalau begitu apa yang harus saya lakukan guru, supaya rasa kesepian dan masalah dalam hidup saya bisa diringan kan, jawab anak itu.

Jalani saja apa yang membuatmu nyaman, ketika kamu berada dalam 2 atau banyak pilihan, pilihlah apa yang menurutmu penting, jangan kau bebani pilihan itu, karena itu bisa membuatmu merasa banyak masalah. Terus semangat dan harus percaya kepada janji Tuhan, jawab guru tersebut. Anak itu kembali bertanya "maksud dari janji tuhan itu seperti apa guru".

Tuhan selalu menjanjikan kepada hambanya yang baik baik, ketika seorang hamba yakin kepada Tuhannya. Ingatlah janji alam bahwa pelangi yang indah akan datang ketika hujan reda. Jika janji alam saja sudah memberikan keindahan kepada manusia, apalagi janji Tuhan akan jauh lebih indah dari apa yang hambanya prasangka, jawab guru tersebut. Berarti sekarang saya ada dipase dimana hujan lebat dan mungkin besok atau lusa saya tinggal menunggu hujan reda supaya mendapat kebahagiaan, jawab anak itu. Lalu gurunya berkata "akhirnya kamu bisa menemukan jawaban mu sekarang".

Lalu apakah kesepian dan masalah itu sama, tanya anak itu. Gurunya berkata "tentu saja berbeda", berarti bagaimana cara saya untuk membuat rasa kesepian itu menjadi lebih ringan, tanya anak itu. Datanglah lagi besok jam 12 malam kesini, maka akan guru jawab pertanyaan mu, ujar guru tersebut. Lalu anak itu berkata "kenapa tidak hari ini saja guru memberi jawabannya", terlalu banyak pikiran yang kamu alami sekarang, guru tidak ingin masalahmu bertambah hari ini, pulanglah dan istirahatlah dan besok jangan lupa kembali lagi kesini jam 12 malam, jawab guru tersebut. Lalu anak itu pamit kepada gurunya dan sesampainya dirumah dia pun langsung mengistirahatkan badannya.

Keesokan harinya, anak itupun pergi kerumah gurunya tepat jam 12 malam seperti apa yang gurunya katakan. Lalu anak tersebut menanyakan pertanyaan nya yang kemarin belum dijawab oleh sang guru. Lalu gurunya mengajak anak itu kesebuah tempat, dan pada malam itu masih ramai orang orang yang sedang bermain di alun alun kota sembari kenghabiskan waktu malam. Lalu anak itu berkata "kenapa guru membawa saya ketempat ini", lalu guru itu menjawab "apakah kamu ingin menemukan jawabanmu kemarin", tentu saja guru, jawab anak itu.

Lihatlah kelangit, ada apa saja diatas langit sekarang, ujar gurunya. Lalu anak itu menjawab "diatas langit hanya ada bulan saja guru", lalu lihatlah disekeliling mu sekarang ada apa saja, tanya gurunya. Anak itu kembali menjawab "ada ramai sekali orang yang sedang bermain, kendaraan dan orang yang berjualan guru". Lalu apa maksudnya guru, tanya anak itu.

Bulan itu ibarat kamu, dia kesepian sendirian diatas langit malam tapi dia memberi kenyamanan, keindahan dan juga kebaikan untuk orang banyak, sama halnya seperti bulan yang menerangi semuanya yang ada disini. Kamu harus seperti bulan, dimana kesepian mu jangan kamu tampilkan kepada orang banyak, tapi tampilkan lah kepada orang banyak kebahagiaanmu, supaya orang menilai kamu orang yang bahagia walaupun sebenarnya kamu adalah orang yang sedang bersedih, jawab gurunya.

Lalu gurunya berkata lagi "bulan tidak berharap ditemani oleh bintang atau matahari, dan bulan tidak berharap semua orang tau kesepian yang bulan alami. Tapi bulan hanya tau bagaimana caranya memberi keterangan kepada orang lain agar orang lain bisa bahagia dan melupakan sejenak keluh kesah yang mereka alami". Lalu anak itu berkata "terima kasih guru, saya berjanji saya tidak akan merasa kesepian lagi mulai sekarang, dan saya berjanji akan membuat semua orang bahagia walaupun saya bersedih".

Mulai saat itu dan seterus nya, anak itu menjadi orang yang periang juga selalu memberikan tawa kepada semua orang, walaupun dia tau seberapa kesepiannya dia di dalam dirinya. Yang dia pikirkan hanyalah dia membahagiakan orang lain itu akan meringankan rasa kesepian dan masalahnya walaupun orang lain tidak peduli dengan semua masalah dan rasa kesepian yang dia alami.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sinar Bulan"

Posting Komentar